22 Desember 2010

resistance

Butakah namanya
saat kulihat kau tersenyum dalam rentang waktu
kini ku sebut dia cinta bila kau izinkan

kutemukan hatiku terlipat rapi dalam ruang
di dindingnya terlukis pemandangan
indah walau kekurangan warna

Apakah namanya
saat kulihat kau dalam bilik kenyataan
merangkul kehidupan
kembali kulihat senyum
disini hati kusayat kujadikan kecil tak terlihat
bahkan oleh mata pisau itu sendiri
aku hanya bisa melihat dibalik rumbai malam

Untukmu bukan siapa siapa dalam nyatamu
biarkan khawatirku terbungkus karang
kujaga kupertahankan
walau matahari membakar dengan panasnya

Panggil aku dengan apa
yang tak diketahui akhir nya
panggil aku kelam
yang sendiri dalam malam
untukmu selalu dalam senyum

Tidak ada komentar: